Selasa, 11 Desember 2018

PENDAMPINGAN PROGRAM GANGREP UPSUS SIWAB DI KABUPATEN BLORA

Pekan kedua Desember 2018, 3 ( Tiga ) Tim Balai Besar Veteriner Wates meluncur di lokasi kecamatan yang berbeda untuk melalukan monitoring terhadap keberhasilan Program Penanggulangan Gangguan Reproduksi dan UPSUS SIWAB di Kabupaten Blora Jawa Tengah. 
Kegiatan ini bertujuan utama mendapatkan data mengenai Sapi- sapi aseptor Program Gangguan Reproduksi terkait kesembuhannya pasca pengobatan. Kegiatan dilakukan dengan Pemeriksaan Kebuntingan ( PKB ) . Drh Nining ( Medik Vet ) menyatakan bahwa lebih dari 90% dari hasil PKB didapatkan kesembuhan pada Sapi Betina yang diperiksa, dan 70% diantaranya sudah mengalami kebuntingan.  Drh Nining dengan Tim sejumlah 4 ( empat) orang paramedik dari dinas Kabupaten Blora dan Balai Besar Veteriner Wates menyusuri rumah peternak dari pintu ke pintu, di Desa Nglandeyan Kecamatan Kedungtuban .  Bapak Bunowo , seorang peternak didesa Nglandeyan menyatakan bahwa ,program Penanggulangan Gangrep UPSUS SIWAB sangat bermanfaat bagi peternak, karena semua gratis, hal itu sangat membantu peternak, termasuk dirinya dimana sapinya juga sudah bunting 3 bulan. Hal senada disampaikan Mas Kemi, yang merasakan manfaat dari Program Gratis kawin dan pengobatan ini. 

Disisi lain panasnya Blora yang kemarin mencapai 40 0C , Tim Drh. Triwidyaningsih juga sedang melakukan  Pendampingan UPSUS SIWAB kabupaten Blora, Desa Pojok Watu kecamatan Sambong, hasil pendataan dengan pemeriksaan rektal menunjukkan bahwa tingkat kebuntingan dan kesembuhan di Blora cukup tinggi.  Tim terjauh dipimpin oleh Drh Siwi didaerah Desa Jambe Kecamatan Cepu Kabupaten Blora yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bojonegoro dan Ngawi, dengan model yang sama ,yaitu door to door, dari pintu kepintu, menyusuri lembah dan Ngarai, gang demi gang membelah teriknya panas di bulan Desember. 
Dari hasil ke-3 Tim didapatkan kesimpulan bahwa pendampingan kegiatan lapangan melalui pemeriksaan Rektal untuk mengetahui keberhasilan pengobatan dan hasil kawin suntik sebagai kegiatan utama Program Penanggulangan Gangguan Reproduksi UPSUS SIWAB sangat perlu dilakukan. ( Ibas )

Kamis, 06 Desember 2018

CARA MENGELUARKAN SEMUT YANG MASUK TELINGA

  1. Ambil senter, dan arahkan ke telinga. semut akan keluar sendiri, karena semut mencari sumber cahaya. dia juga kebingungan tidak tahu bagaimana dia bisa keluar dari telinga, yang bagi dia telinga kita itu ibarat gua yang gelap.
  2. Cuma tahan nafas nutup hidung dan telinga yg berlawanan dengan telinga yg di masukin semut. Insya allah semut nya keluar ( bas )

YES....!!! AYAM PROGRAM BEKERJA MULAI BERTELUR


Banyumas-5/12/2018 . Kegiatan Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera ( BEKERJA ) Kementerian Pertanian  yang dilaksanakan di Kabupaten Banyumas sudah menunjukkan hasil , beberapa ayam milik Pak Narkim di Dusun Suro Desa Suro Kecamatan KALIBAGOR sudah mulai bertelur. Keberhasilan dari pemeliharaan ayam pda program Bekerja ini diketahui saat dilakukan Monitoring dan Pendampingan Tim Inspektorat Kementerian Pertanian dan Tim Balai Besar Veteriner Wates hari Kamis tanggal 5 Desember 2018 kemarin. Tim Inspektorat yang  punya tujuan utama untuk mengetahui perkembangan jumlah dan kondisi ternak bantuan Program Bekerja serta kemungkinan berbagai masalah yang menghambat program tersebut , menemukan bahwa di beberapa lokasi ternak ayam sudah ada yang mulai bertelur.
Drh Theresia Siwi menyampaikan bahwa peternak sangat antusias terhadap Program Bekerja, bahkan seorang nenek yang ditemuinya pernah menangis  ketika ayam bantuan yang diterimanya sakit dan mati, Penduduk penerima bantuan yang disebut Rumah Tangga Miskin pada kenyataannya memang benarbenar mengalami kesulitan hidup, jangankan untuk membeli pakan ayam sedangkan untuk membeli makan bagi diri dan keluargannya saja sulit, jadi mau tidak mau petugas monitoring bias memahami ketika ada sebagian RTM yang menjual ayamnya untuk keperluan memnuhi kebutuhan sehari-hari.
Program pendampingan dan Monitoring oelh Inspektorat yang berlangsung selama 3-4 hari tersebut diharapkan dapat mengetahui perkembangan Program Bekerja baik berupa bantuan Ayam dari Ditjen PKH-BBVet Wates maupun bantuan tanaman dari Dirjen Horti. Dan diharapkan dari hasil kunjungan yang diisi dengan wawancara kepada RTM sejumlah kurang lebih 15 orang tersebut dapat diketahui hal-hal yang bisa menjadi koreksi dan evaluasi bagi perbaikan Program Bekerja di tahun 2019. ( BAS )

Rabu, 05 Desember 2018

PETA BEKERJA PUTIH


BALAI BESAR VETERINER WATES BERBAGI PENGALAMAN, ILMU DAN KETRAMPILAN PENGUJIAN


Yogyakarta-6/12/2018. Sebagai laboratorium  pengujian penyakit hewan yang sudah puluhan tahun berdiri, yaitu sejak 1989 Balai Besar Veteriner Wates menjadi tempat laboratorium type B atau type C untuk belajar dan magang dalam hal pengujian penyakit hewan. Hampir tiap tahun selalu ada laboratorium dari berbagai wilayah datang untuk belajar di BBVet Wates.
Bulan Desember 2018 ini Stasiun Karantina Kelas II Cilacap mengirimkan 3 personil Paramedik Veterinernya untuk belajar Pengujian Brucellosis  dengan Uji RBT ( Rose Bengal Test ).  Indra Tri W, A.Md, Mumfarid, A.Md dan Trimo Bekti,A.Md mempelajari metode pengujian penyakit Brucellosis dengan Uji RBT dilanjutkan dengan Uji CFT ( Complemen Fixation Test ) , kedua uji ini merupakan gold standart untuk diagnose bakteri Brucellosis  yang dikenal sebagai penyebab keguguran pada Sapi, Domba dan Kambing serta Ruminansia pada umumnya. Mereka mengikuti kegiatan pengujian di laboratorium Serologi BBVet Wates selama 2 ( dua ) hari yaitu tanggal 4 dan 5 Desember 2018, dari mulai pengambilan contoh darah, penanganan sample, pemisahan cloth atau gumpalan darah dengan serum yang akan diuji, sampai dengan penghitungan titer CFT sebagai hasil akhir pengujian penyakit Brucellosis.

Kegiatan magang ini dilakukan dalam rangka peningkatan kompetensi personil Stasiun Karantina pada pengujian RBT dan CFT ,  yang sangat diperlukan dimasa depan, sebab sebagaimana fungsinya Cilacap menjadi salah satu lokasi pemasukan Sapi ke Pulau Jawa dari berbagai daerah bahkan dari Australia.   ( BAS).


Selasa, 04 Desember 2018

SI YELO DATANG HATI SENANG KERJA RIANG


Yogya-5/12/2018 . Senin 3 Desember 2018 menjadi hari yang bersejarah dalam kehidupan Penglajo Jogja-Wates,Karyawan BBVet Wates mulai senin kemarin dengan bersuka hati menyambut berfungsinya Bis Jemputan Karyawan yang dijuluki “ Si Yelo” setelah Si Ungu pension karena sudah sepuh. Kenangan indah sempat terpatri di hati para ndudukers* dengan Mas Boy, Mas Antar, Rahardjo dan Bang Aladin……mereka adalah nama bis umum yang lewat BBVet Wates, tentu tak lupa “Menoreh-Sang Bledug Gandum yang selalu memberi PHP karena ndak pernah lewat depan Kantor kalo dari Jogja.

Drh. Bagoes Poermadjaja, Kepala Balai Besar Veteriner Wates sangat berharap dengan fasilitas bus jemputan tersebut maka kinerja karyawan yang tinggal di kota Jogja dan sekitarnya dapat meningkat, dan memberikan sumbang sih berupa kontribusi kepada Balai, Ditjen PKH Kementerian Pertanian, serta Bangsa dan Negara.  Hal tersebut diampaikan dalam Apel Rutin Senin Pagi kemarin di halaman Balai Besar Veteriner Wates Jogjakarta.

*Nduduk:istilah jawa timur untuk orang yang melakukan perjalanan pulang pergi ke suatu daerah secara rutin.

Senin, 03 Desember 2018

BALAI BESAR VETERINER WATES MENJADI YANG PERTAMA MENYELESAIKAN PROGRAM BEKERJA



Yogyakarta-4/12/2018. Sejak kemarin hingga hari ini Selasa 4 Desember 2018, berlokasi di Hotel Cavinton Yogyakarta Balai Besar Veteriner Wates mengundang elemen masyarakat dari pelosok desa di Kabupaten Banyumas dan Purbalingga. Mereka berasal dari desa-desa dari kecamatan Jatilawang, Kalibagor, Patikraja dan Pekuncen di kabupaten Banyumas. Juga dari desa –desa dari Purbalingga yang tersebar di kecamatan Rembang, Mrebet, Kaligondang dan Kutasari. Personil yang hadir meliputi Kepala desa , Petugas Koordinator dan Pendamping Kecamatan, Petugas Koordinator Desa . Hadir juga para pemangku kebijakan dari Kementerian Pertanian Pusat diantaranya Sesdit Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ir. Nasrullah, Direktur Perbibitan Ir. Sugiono, Dirjennak DR. I Ketut Diarmita, Direktur Kesmavet Drh. Syamsul.

Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta telah selesai melaksanakan Program Bekerja ( Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera ) di Tahun 2018.  BBVet Wates menjadi Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) yang pertama kali selesai diantara lembaga pemerintah yang lain yang mendapat tugas tambahan untuk melaksanakan Program Bedah Kemsikinan Rakyat Sejahtera ( BEKERJA ). Program Bekerja merupakan salah satu Program Unggulan dari Kabinet Bekerja yang langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat berupa bantuan ayam sejumlah 50 ( limapuluh ) ekor setiap Rumah Tangga Miskin ( RTM).  Pelaksanaan Program Bekerja oleh BBVet Wates di Kabupaten Purbalingga dan Banyumas menjadi contoh bagi UPT yang lain, seperti BBVet Maros di Sulawesi, BBVet Lampung di Sumatera, BBPTU Baturaden dengan wilayah bagi di Kabupaten Brebes dan Jawa Barat, Pusvetma dan BBIB Singosari di Jawa Timur. Berbagai permasalahan dan hambatan baik dari pengadaan Ayam , interaksi dengan RTM ( Rumah Tangga Miskin ) penerima ayam Program Bekerja, komunikasi dengan Dinas dan Pemerintah desa, hingga metode pembagian yang dilaksanakan oleh BBVet Wates menjadi contoh untuk pelaksana Program Bekerja di wilayah lain di Indonesia. 
Arahan disampaikan para pemangku kebijakan diantaranya IR NAsrullah selaku Sesdit Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, juga Dirjennak DR Ketut kemudian dilanjutkan diskusi hangat dengan para stakeholder Program Bekerja menghasilkan hasil-hasil positif  bagi perbaikan , baik system maupun manajemen serta metode dari program Bekerja yang meliputi  proses persiapan, penanganan hambatan dan solusinya sehingga di tahun 2019 Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera dapat berjalan dengan lebih baik dan bermanfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.( BAS/ RED)